Usai dan Usang
Hujan itu turun lagi, Jatuh menggenangi kenangan. Jatuh membersamai hangatnya sendu senja, Kau yg nyaris memberi hatimu padaku enggan membuka tanganmu, Enggan memberi kejelasan padaku. Mungkin, pahit untuk dijelaskan. Aku yang sudah benar-benar yakin memberi hatiku padamu, seketika muram, seketika ragu. Dirasa semua akan usang karena masalalu mu yang tak kunjung selesai menguasai rasa dan asamu. Memang benar, mungkin waktunya tidak tepat. Rasa yang kau berikan pada ku hanya sekedar iba, Jika kau mengerti apa yg sebenarnya terjadi, aku telah benar-benar jatuh padamu. Mungkin aku bukan perempuan yg berharga bagi sebagian orang atau bahkan bagimu. Namun, yg kau perlu tahu. Asa dan rasaku bukan sekedar permainan dan akan berakhir jika kau merasa menang, aku dan diriku memiliki asa dan rasa yang sebenarnya tidak ingin dipatahkan. Jika dirasa kau masih terkurung dalam masalalumu, selesaikan. Tapi bukan berarti jika kau telah selesai atas masalalu mu lalu kembali padaku. Aku tidak ...