Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Lembu

Merenungi perjalanan yang tak tahu arah ini, Menampar ku dengan rasa perih yang tak lagi dapat ku gambarkan. Menghancurkan ku perlahan pada rasa yang tak bernyawa. Andai, kamu tahu.  Angin menimpaku bagai batu yang terjun dari atap langit, Sinar menyinariku bagai neraka di kedua pelupuk mata ku. Aku hampa dan tak tahu arah, Sebagian orang menertawakan ku, gila bisik nya. Aku terus mencari deskripsi apa aku sebenarnya, Apakah manusia dengan segala kepedihan dan kesedihan nya, Apakah manusia dengan segala tangis dan tragis nya. Ku pikir keempatnya pertanyaan adalah jawaban nya. Menjauhlah, dari ku. Izinkan ku, Mengasing. Kasihan, aku. -Putri 

Tulah anak perempuan

Aku kembali lagi kepada sebuah pengharapan, Kematian yang terus terulang, tulah. Aku menghidupi aku di tengah mati yang kesekian kali ku lalui. tertimbun rasa yang ku ukir dan ku warnai sendiri. lalu, aku berjalan pada senyap nya ruang kecil. gelap, tersandung dan perih. Kesalahan ku, memasuki reban yang bukan untuk ku. Aku pemgumpamakan pengharapan itu, Bagai kering kepada air. -p