Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2023

Nisan hanya tujuan

Rasanya seperti menggantung,  Tanah yang tercampur luka, Harus menerima duka yang di tanam paksa. Semuanya terlihat samar, Bahkan tak dapat lagi ku lukiskan. Jika damai benar nyata, dari mana datangnya? Kita selalu salah terhadap dunia, Kita asing terhadap isinya. Bahkan pada diri sendiri,  Entah kemana perginya sejak 13 tahun lalu. Selanjutnya, pasti akan kulalui. Hanya saja, aku tak akan benar-benar pada nisan yang telah ku ukir. Aku lelah pada kecewa,  Aku lelah pada penerimaan, Tak ada lagi hati yang lapang, dan tak akan pernah kalian temui lagi, Aku segenggam tanah dengan versi yang kalian ketahui. -Tanah

Dari aku; Badaimu

Aku tidak ingin mengulanginya, Kesalahan yang membuat ku kehilangan separuh akal sehat ku. Aku yang kalah oleh keadaan, Aku yang sulit menerima kenyataan,  Aku pernah kehilangan tempat ku pulang, bahkan untuk selamanya. Aku pernah yakin atas seseorang, namun akhirnya dipatahkan. Lalu,  Aku berusaha menerima laut yang memiliki banyak teka-teki nya, Penuh dengan tanya, Ragu dan tenang di dalamnya. Aku berhasil melupakan langit yang banyak memberikan ku cahayanya, Namun akhirnya membasahi sekujur tubuh ku dengan badainya. Tuan, Aku hanya mencintai mu. Aku mendoakan mu melalui bulan yang terus bercahaya walau jarang orang menatapnya. Aku mengupayakan kita, lewat angin yang tak pernah pergi dari hiruk pikuk nya alam. Aku menyayangi mu, lewat gelisah dan khawatirnya daun pada badai. Aku tidak menilaimu kurang tepat untuk berada di singgahsana mu, Namun aku meragukan, sebesar apa bahagia yang akan kau tuai jika kau bersama ku. Tulisan ini untuk mu, dunia ku.

Merah

Kadang kita hanya perlu menikmati apa yang akan mati,  Kadang juga kita hanya perlu membiasakan apa yang ingin terhenti, Kadang juga kita hanya perlu merealisasikan apa yang ingin terjadi. Kita bingung apa lagi yang harus kita rawat. Aku habis-habisan berusaha atas akal ku, Aku telah mati kelaparan mengusahakan bahagiaku,  Aku telah jatuh tertiban kenyataan bahwa hubungan yang kurawat tak kunjung ku tuai. Lalu, apakah mati adalah sebuah keperluan ku sekarang? Lalu, apakah hanya surga ya dapat menerima ku sekarang? ataukah neraka yang akan menghabisi seluruh tubuh yang telah larut berjuang? Kamu (Aku), Setengah iblis dan setengah nya lagi manusia yang sama besar kejinya. yang diturunkan dari surga karena satu kesalahan.  dari sini saja kita semua sadar, kita terlahir dari kesalahan. -Putri

Ekspetasi

Asing jika harus terus menepis kata takut dalam kehidupan. Asing jika harus menolak semua untaian kalimat yang membuat ku terlatih. Asing jika harus menepis semua ekspetasi manusia lain yang membuat ku tertatih. Tertatih-tatih bagaimana aku bisa memeluknya, Berambisi untuk terus menggegamnya tanpa tau siapa diri ini sebenarnya? Aku asing dengan diri ku sendiri.  Aku asing karena aku selalu menghadiri keasingan untuk mengucap kata tidak, untuk menolak semua harapan, kasih, dan cinta seseorang yang hanya menginginkan aku menjadi sesuatu yang sesuai dengan kepalanya. Pada bagian selanjutnya, aku berupaya Melepas seluruh harap yang hanya mampu ku genggam,  Namun belum dapat aku tunjukkan. -Putri