Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

Kunci

Suara itu mengiris ku lagi, Mengecam bisu nya batin ini. Jika kau mengerti apa yang terjadi di dalam ku tuan, kau akan tuli akan pengetahuan mu Ku membersamai mu, dan kau membersamai ego mu saja. Lihatlah duka lain, yang kau ciptakan dari sikap, dan suara mu yang egois itu, Bukan kah untuk itu kau sejenak terpejam, dan melakukan nya lagi? Lantas, apa yang harus ku syukuri dari kita? Bukan kah hanya sekelompok duka yang nyatanya kau lah penciptanya? Tuan, aku hanya ingin kau pulang kepelukan sadar mu, Aku ingin kau pulang, pada maksud terciptanya kamu. Karena sampai saat ini, semua pintu milik ku kau kunci, dan kamu lah kuncinya.

Rawat

 "Ini tentang merawat kehidupan" lirik yang selalu ku renungi, dan belum ku temukan jawaban nya hingga saat ini. kini usia ku lebih dari 21 tahun, umur yang cukup mumpuni untuk dikatakan dewasa. jika dikatakan apa yang lebih besar dari pengalaman? mungkin jawaban nya adalah kemustahilan untuk berdamai pada masa lalu.  mungkin kalimat "kamu mampu, kamu bisa dan kamu harus melupakan nya" bukan lagi sebuah motivasi yang harus ku pikir kan berulang kali. tapi hanyalah sebuah ancaman yan terus menerus menyerang isi kepala dan kondisi hati. apakah damai bagian dari upaya merawat kehidupan?  apakah damai bisa didapatkan jika kita masih bernafas bersama trauma itu sendiri? apakah ikhlas bisa jadi sebuah hal paling mudah untuk menerima apa yang telah terjadi? apakah jika ternyata perjalanan ini gagal untuk ikhlas dan damai pada masa lalu, aku adalah orang paling tak karuan? lalu, apa konsep merawat kehidupan? -putri

Nadir

Nadir, ungkap yang sulit sekali diucap karena sangat jarang kita dengar. kata yang menjelaskan kamu, kata yang meringkas semua hal yang ada pada mu. aku menemukan mu di tengah ramainya sunyi hidup ku. kamu menemui ku di tengah kosongnya hati yang niat nya tidak ingin kau isi, kan? aku berada pada garis ku, dan kau berada pada garis mu, tak pernah ku sangka jika pada akhirnya kita memiliki garis yang sama. wahai lelaki dengan mata teduh, tak banyak kalimat yang dapat ku ucap untukmu. kini kekosongan itu berhasil kau isi, karena kamu lah sebagian yang hilang selama ini. aku mencintai sendu yang ada pada mu,  aku mencintai teduh pada mata mu, aku mencintai indah nya kamu, dan  aku mencintai sempurnanya kamu. jika dapat ku lukis kamu dalam sebuah lukisan,  mungkin 1000 warna tidak dapat menjelaskan betapa berbedanya kamu.  Kamulah nadir, yang selama ini tak pernah ku dapatkan. tulisan ini untuk mu, untuk mu yang selalu mengupayakan bahagiaku. aku mencintaimu. -putri