Kunci

Suara itu mengiris ku lagi, Mengecam bisu nya batin ini.

Jika kau mengerti apa yang terjadi di dalam ku tuan, kau akan tuli akan pengetahuan mu

Ku membersamai mu, dan kau membersamai ego mu saja.

Lihatlah duka lain, yang kau ciptakan dari sikap, dan suara mu yang egois itu,

Bukan kah untuk itu kau sejenak terpejam, dan melakukan nya lagi?

Lantas, apa yang harus ku syukuri dari kita?

Bukan kah hanya sekelompok duka yang nyatanya kau lah penciptanya?

Tuan, aku hanya ingin kau pulang kepelukan sadar mu,

Aku ingin kau pulang, pada maksud terciptanya kamu.

Karena sampai saat ini, semua pintu milik ku kau kunci, dan

kamu lah kuncinya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Personifikasi

Waktu dalam Kegelapan adalah sebuah Harapan

Prolog Kehidupan