Waktu dalam Kegelapan adalah sebuah Harapan
Belum sampai 15 hari tahun 2026 berlalu. Rasanya, aku telah lelah setengah mati. aku masi memainkan peran yang ku bawa dari tahun lalu, aku belum pernah benar-benar menyelesaikannya.
Aku selalu merasa hampa dan kosong saat langit mempersilakan manusia melemparkan kembang api dengan bersama. Pasti aku memilih untuk terlelap di dalam mimpi tidurku, nyatanya itu jauh lebih baik bagiku.
Beberapa kepingan luka lalu masih ada, tidak ada yang berubah dan semuanya masih terasa sama. Yang berbeda hanya saat aku menuliskan tanggal di sebelah tanda tangan ku. Aku masih melihat luka itu berlalu lalang di depan mata kepala ku.
Banyak ketidak adilan yang masih terasa sangat nyata dan rasanya baru saja terjadi. Padahal luka itu ku nikmati sejak tahun lalu, dalam diam dan tanpa suara, tertutup tawa sehingga banyak orang melihatku sebagai manusia utuh tanpa luka dan tanpa dosa dengki di dalam hati.
Aku masih mengumpulkan kepingan yang masih terus kucari, bahkan belum dapat kususun setengahnya, karena aku belum benar-benar banyak menemukan kepingan itu ditahun-tahun sebelum nya. Tapi, aku masih mengusahakan nya.
Menyimpan pilu itu sendirian, tanpa ruang, didalam rumah, pengap, dan tanpa jendela. Aku masih berusaha menikmati apa yang selalu orang katakan perihal syukur, pada sebuah kesempurnaan yang terlihat. Nyaris Munafik, aku tidak mengenali bagaimana Munafik itu tercipta karena berusaha Bersyukur oleh tuntutan kebinsingan sekelilingku.
Aku masih menyimpan luka itu 2007, saat semua terasa gelap aku meraba seakan itulah hidup seharusnya. Sampai pada 2019 aku masih mengitari kegelapan itu, ia menyesatkan ku, tanpa cahaya, tanpa arah, bahkan tanpa ada orang di dalamnya. Hanya Aku.
Aku masih membawanya, membawa ku mati berkali-kali dengan diriku sendiri. Aku masih mencari, aku belum menemukan dan aku masih mengusahakan. Beberapa orang ku ajak masuk, dan nyatanya mereka keluar dengan membawa sejuta cerita buruk di kepala perihal aku. Saat mereka pergi, aku masih terduduk diam memandangi, bagaimana mereka dengan mudahnya menggambarkan bagaimana keadaan aku di dalamnya. Retak, rusak dan tak berarturan. Seakan aku orang paling Munafik yang tuhan ciptakan, Seakan akulah manusia yang kekal di alam yang gelap.
Semoga, kamu tidak membawanya masuk kedalam hidupmu, kegelapan ku. yang mungkin saja jika Tuhan mau, itu akan terjadi pada mu juga. Nyatanya, Tuhan masih menyelamatkan mu sampai detik ini. Sementara aku, masih mengumpulkan kepingan, sembari memperbaiki bagian yang retak karena ada yang masuk, merusaknya dan melukai tanpa ada maaf sebagai penawarnya.
Komentar
Posting Komentar