Perihal perih malam ini

Kau tahu,
Perihal sakit hati,
Perihal kekecewaan,
Mungkin aku lah yang menjadi pemenangnya.
Dari sekian banyak kisah yang ku coba,
Dari sekian banyak singgahsana yang ku singgahi,
Aku selalu kalah.
Mungkin bersamamu adalah hal yang tidak seharusnya ku inginkan.
Tak seharusnya pula ku sebut namamu disetiap doaku,
Tak seharusnya semua berjalan seperti ini.
Kita yang terbiasa biasa, menjadi kita yang tidak seperti biasanya 
~
Apa kau tahu?
Banyak hal yang ku gantungkan padamu,
Banyak hal yang ingin ku tanyakan,
Banyak hal yang ingin ku ceritakan,
Seperti hal nya sekarang,
Tangan yang kau genggam bukan lagi tangan ku,
Hati yang kau jaga bukan lagi hatiku,
Bahkan pin chat mu bukan lagi kontakku,
Jika ku tahu mencobanya sendirian adalah hal yang melelahkan,
Jika ku tahu kau menginginkan yang lain,
Aku tak perlu bersusah payah memunculkan rasa yang kau minta nyata,
Aku tak akan menjadikanmu payung teduhku.
Tak akan ku jadikan kau tempat singgah, 
Jika kenyataan nya kau enggan untuk ku singgahi.
~
Mungkin saja bunga baru itu jauh lebih mekar,
Bahkan lebih harum, dan lebih indah,
Dibanding aku, bunga layu yang hampir mati.
yang kau temui lalu kau sirami,
Ku pikir kau ingin menjadikan ku setangkai bunga yang indah,
Yang akan kau nikmati keindahan nya, kelak.
Kau lelah lalu kau cari Bunga yang jauh lebih indah. bahkan tidak layu.
Mungkin perumpamaan ini tidak akan menjadi suatu hal yang penting untukmu,
Tapi ku ingin kau tahu,
Aku pernah benar-benar mencintai mu,
Aku pernah benar-benar serius atas hati mu, 
Aku pernah benar-benar yakin kepada selain diriku, 
Aku pernah jatuh sejatuh jatuhnya kepada mu,
Aku pernah.
Walau kekecewaan lah akhirnya.
Dan membersamai mu, bukan lagi inginku.
-af

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Personifikasi

Waktu dalam Kegelapan adalah sebuah Harapan

Prolog Kehidupan