Sampah

Riuh itu merintih, lagi.
Terlelap bersama angin bisu,
Memar itu, kini membiru lagi.
Pilu ini mengalir.
Kian bertahan menahan derasnya perih,
Tangis kesah beriringan.
Kau tau perihal isi hati?
Kau paham problema kehidupan?
Memikirkan langkah, 
Ada dimana aku ini.
Trauma membawaku kepada keraguan.
Membawaku pada kebingungan.
Siapa aku ini? Lalu bertanya lagi,
Apakah benar benar tidak ada satupun?
Lalu, membiarkan semuanya tanpa jawaban.
Kebingungan. 
Aku haus akan jawaban.
-af



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Personifikasi

Waktu dalam Kegelapan adalah sebuah Harapan

Prolog Kehidupan