Titik Akhir.

Menjadi asing mungkin sebuah hal klise yang akan selalu menjadi akhir setiap perjalanan.
Menjadi hening mungkin sebuah penutup disetiap sapa yang didambakan.
Menggambarkan semua kerunyaman ini sudah usai ku usahakan,
Melukiskan waktu pun akhirnya sudah menjadi titik akhir yang menenangkan.
Aku menutup ku rapat, tanpa sedikit celah cahaya panas mengganggu.
Aku mengunci ku rapat, tanpa satu pun orang bisa mengupayakan kunci itu.

Kadang, kita perlu berdamai pada apa yang menjadi duka dan luka. 
Kadang, kita perlu berhenti memikirkan alasan untuk mendapatkan sebuah penyangkalan. 
Kata mu, pengecut adalah akhir dari kita. 
Mungkin akan ku tulis ini menjadi titik akhir ku pada kehirauan yang selama ini aku cari. 
Aku tak mengusahakan ini sembuh kembali, 
Karena, Luka ini akan abadi. 
Semoga, kita bisa bertemu pada waktu kita masing-masing. 
Dikemasing-masingan yang tak memaksakan mu menoleh, pada bahagia yang menjadikan mu seutuh-utuhnya manusia.
Karena selama ini, kamu telah menemukan ku. 
Aku hanya mengusahakan, bahagia itu.

-aku


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Waktu dalam Kegelapan adalah sebuah Harapan

Personifikasi

Ibu, ini anakmu.