Akan-kah?

Aku kembali lagi pada keraguan, 

Keragu-raguan yang menyiksa.

Seakan tajam menusuk rusuk yang membawaku pada ketenangan.

Aku menarik diriku, pada keramaian yang sunyi.

Aku bersembunyi, pada rasa yang membuatku nyata.

Aku ragu, benarkan ini takdir? ataukah

Kemustahilan yang ku paksakan nyata?

Aku memusuhi dunia ku,

Aku menjauhi diriku, karena yang ku tahu.

Semua ini Meragukan.

Akankah keyakinan ku mampu meyakinkan ragu?

ataukah, yakin hanya sebatas keindahan rasa terhadap tuhan?

Entah, mungkin aku hanya perlu sedikit waktu.

meyakinkan ragu yang membuat ku berlagu pada ketidakpastian.


-Putri


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Personifikasi

Waktu dalam Kegelapan adalah sebuah Harapan

Prolog Kehidupan